Jumlah kematian perinatal tersebut lebih banyak dibanding tahun 2007 lalu. saat itu hanya tercatat 53 kematian perinatal, sedangkan pada 2006 lebih sedikit lagi yakni 35 kematian. Karena itu, dia berharap ibu hamil selalu memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter. Hal itu, kata dia, bisa mengetahui sejak dini kalau terjadi kelainan pada kehamilan.
Salah satu penyebab kematian neonatal, katanya, adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penyebabnya, ujar dia, karena saat kehamilan orang tua tidak cukup kebutuhan gizinya, sehingga hal itu berpengaruh pada janin yang dikandung. Untuk mengetahui kondisi janin, katanya, bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Kasus BBLR, tambahnya, juga bisa dilihat dari berat badan ibu saat hamil. ”Kalau berat badan ibu kurang dari 40 kilo saat hamil, harus waspada,” terangnya.
Penyebab, lain kematian perinatal ini adalah infeksi dan gagal nafas. Kasus ini, katanya, banyak terkait dengan proses pertolongan saat persalinan. Sebab, menurutnya, petugas yang menolong persalinan harus cermat dan cepat. karena itu, dinkes terus meningkatkan kemampuan para bidannya yang yang tersebar di semua desa di Blora. caranya, dengan memberikan buku panduan serta kursus dan pelatihan.
Sebab, menurutnya, peran bidan sangat penting untuk mencegah kejadian kematian perinatal yang diakibatkan pertolongan saat persalinan. Sebab, selain harus terlatih, menolong persalinan juga membutuhkan alat-alat yang steriil, misalnya untuk memotong pusar bayi. ”Itu sangat penting diperhatikan,” tegasnya.
No Comments Yet
Belum ada komentar.
Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal
Tinggalkan komentar
