Angka Kematian Bayi Tinggi

BLORA – Angka kematin bayi di Blora masih tinggi. Data di Dinas Kesehatan (dinkes) menyebutkan, sejak Januari sampai saat ini sudah tercatat 65 bayi yang meninggal. Bayi-bayi tersebut meninggal saat berusia masih kurang dari satu minggu atau perinatal. ”Ada banyak factor yang menjadi penyebab,” ujar Plt Kepala Dinas Kesehatan Blora Henny Indriyani.

Jumlah kematian perinatal tersebut lebih banyak dibanding tahun 2007 lalu. saat itu hanya tercatat 53 kematian perinatal, sedangkan pada 2006 lebih sedikit lagi yakni 35 kematian. Karena itu, dia berharap ibu hamil selalu memeriksakan kandungannya ke bidan atau dokter. Hal itu, kata dia, bisa mengetahui sejak dini kalau terjadi kelainan pada kehamilan.

Salah satu penyebab kematian neonatal, katanya, adalah berat badan lahir rendah (BBLR). Penyebabnya, ujar dia, karena saat kehamilan orang tua tidak cukup kebutuhan gizinya, sehingga hal itu berpengaruh pada janin yang dikandung. Untuk mengetahui kondisi janin, katanya, bisa dilakukan dengan pemeriksaan rutin. Kasus BBLR, tambahnya, juga bisa dilihat dari berat badan ibu saat hamil. ”Kalau berat badan ibu kurang dari 40 kilo saat hamil, harus waspada,” terangnya.

Penyebab, lain kematian perinatal ini adalah infeksi dan gagal nafas. Kasus ini, katanya, banyak terkait dengan proses pertolongan saat persalinan. Sebab, menurutnya, petugas yang menolong persalinan harus cermat dan cepat. karena itu, dinkes terus meningkatkan kemampuan para bidannya yang yang tersebar di semua desa di Blora. caranya, dengan memberikan buku panduan serta kursus dan pelatihan.

Sebab, menurutnya, peran bidan sangat penting untuk mencegah kejadian kematian perinatal yang diakibatkan pertolongan saat persalinan. Sebab, selain harus terlatih, menolong persalinan juga membutuhkan alat-alat yang steriil, misalnya untuk memotong pusar bayi. ”Itu sangat penting diperhatikan,” tegasnya.

(dikutip dari jawapos/ono)

No Comments Yet

Belum ada komentar.

Komentar RSS Lacak Balik URI Pengenal

Tinggalkan komentar